Juni 20, 2026

Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyelengarakan Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi di Pasar Tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo bersama dengan Penyuluh KB pada Rabu (26/02/2025).

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas PP dan KB Ibu Ida Sulistiyani, S.sos menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan aksesibilitas terhadap program KB, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Kegiatan Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi di Pasar Tradisional Kec. Pulung terdapat 66 Akseptor yaitu KB Implan sejumlah 63 Akseptor dan KB IUD sejumlah 3 Akseptor, dan di Pasar Tradisional Kec. Sooko terdapat 18 Akseptor yaitu KB Implan sejumlah 15 Akseptor dan KB IUD sejumlah 3 Akseptor adapun Berikut beberapa kelebihan :

1. Meningkatkan kesadaran: Pelayanan KB di pasar tradisional dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya KB dan kesehatan reproduksi.

2. Meningkatkan aksesibilitas: Pelayanan KB di pasar tradisional dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap program KB, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau perkotaan.

3. Mengurangi angka kelahiran: Pelayanan KB di pasar tradisional dapat membantu mengurangi angka kelahiran yang tidak diinginkan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Kesehatan reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengelola program kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia. Berikut beberapa informasi tentang kesehatan reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN:

Program Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN

1. Pelayanan Keluarga Berencana (KB): Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menyediakan pelayanan KB, termasuk konsultasi, pemberian alat kontrasepsi, dan pemeriksaan kesehatan reproduksi.

2. Pelayanan Kesehatan Reproduksi (KSR): Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menyediakan pelayanan KSR, termasuk pemeriksaan kesehatan reproduksi, pengobatan infeksi menular seksual (IMS), dan pelayanan abortus.

3. Pendidikan Kesehatan Reproduksi: Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menyediakan pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja dan dewasa, termasuk informasi tentang kesehatan reproduksi, seksualitas, dan pencegahan IMS.

Tujuan Program Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN

1. Meningkatkan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS.

2. Meningkatkan Aksesibilitas: Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan reproduksi dan KB.

3. Meningkatkan Kualitas Hidup: Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan meningkatkan kesehatan reproduksi dan mengurangi angka kelahiran yang tidak diinginkan. (nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *