
Ponorogo, 29 Oktober 2024
Kegiatan ini dilaksanakan dilatarbelakangi dengan masih rendahnya prosentase capaian kesertaan KB MKJP khususnya KB Pria (MOP) jika dibandingkan dengan capaian alat kontrasepsi lain yang digunakan oleh Wanita. Dari sini bisa dilihat jika partisipasi pria dalam ber-KB juga masih rendah. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai alasan, diantaranya : Adanya pandangan bahwa KB adalah urusan Wanita; peminat KB Pria yang belum terlayani (unmet need); pilihan macam kontrasepsi pria masih sangat terbatas yakni kondom dan vasektomi; terbatasnya tenaga medis dan fasilitas pelayanan Kesehatan yang dapat melayani KB Vasektomi; terbatasnya pelatihan medis bagi provider KB Pria (vasektomi); kurangnya dukungan Toma/Toga/Tokoh adat terhadap KB Pria; media KIE/media Informasi tentang KB Pria yang sangat terbatas; masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran pria untuk berKB serta adanya rumor negatif tentang KB Pria dan disamakan dengan kebiri.
Kebiri adalah tindakan bedah dan atau menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi seksualnya, sedangkan vasektomi adalah dengan melakukan tindakan medis berupa pemotongan / pengikatan saluran sperma sehingga pada saat senggama yang dikeluarkan hanyalah air mani. Dengan demikian sel telur tidak akan bertemu sel sperma sehingga tidak akan terjadi kehamilan. Dari tujuannya juga amat berbeda, kebiri biasa dilakukan untuk hukuman bagi pelaku kekerasan seksual sedangkan vasektomi sebagai salah satu jenis kontrasepsi yang bertujuan untuk mengendalikan kelahiran.
Metode kontrasepsi Vasektomi atau yang dikenal dengan Metode Operasi Pria (MOP) merupakan salah satu metode kontrasepsi yang sangat efektif bagi keluarga PUS yang sudah tidak menginginkan anak lagi. Kontrasepsi ini Vasektomi adalah salah satu jenis kontrasepsi yang memiliki tingkat keberhasilan mencapai 99%. Artinya, hanya kurang dari 1 diantara 100 wanita yang hamil setelah 1tahun pria menjalani prosedur vasektomi.
Kelebihan Vasektomi :
- Sangat efektif
- Aman bagi semua pria
- Tidak ada efek samping terhadap kemampuan seksual
Keterbatasan Vasektomi :
- Sebelum melakukan vasektomi perlu pertimbangan yang matang karena bersifat permanen kecuali dilakukan rekanalisasi
- Setelah divasektomi harus beristirahat 2-3 hari dan menghindari kerja berat selama beberapa hari
Kriteria peserta yang diperbolehkan melakukan Vasektomi / MOP (Persyaratan):
- Bagi keluarga yang tidak menginginkan anak lagi (jumlah anak sudah ideal) dengan usia anak terkecil minimal 2 tahun
- Istri mempunyai risiko Kesehatan yang membahayakan apabila terjadi kehamilan dan tidak bisa menggunakan kontrasepsi lain
- Usia istri 35 – 50 tahun
- Suami istri memberikan persetujuan
- Hasil pemeriksaan Kesehatan : tidak menderita penyakit hipertensi, diabetes mellitus, jantung, hepatitis, kelainan pembekuan darah, anemia berat, hernia inguinalis, infeksi kulit di daerah skrotum, infeksi genitalia seperti orchitis / epididymitis, massa intrakrotalis seperti hidrokel, varikokel, tumor / keganasan.
- Risiko komplikasi : infeksi pada luka operasi, pendarahan, nyeri, panas, bengkak dan kemerahan pada luka operasi, reaksi alergi anastesi
Anjuran bagi akseptor KB pasca Tindakan Vasektomi / MOP :
- Menjaga luka operasi tetap kering, bersih dan tertutup selama 3 – 5 hari
- Istirahat & menghindari kerja berat selama 3 hari
- Minum obat sesuai dengan petunjuk dokter
- Tidak melakukan senggama terlebih dahulu selama 3-5 hari / sampai luka operasi sembuh
- Saat senggama harus memakai kondom hingga 20x ejakulasi, setelah itu dianjurkan untuk melakukan tes analisi sperma
- Bila terdapat tanda tanda infeksi seperti demam, daerah insisi kemerahan, ada nanah, pendarahan atau pembengkakan maka harus segera periksa ke dokter/bidan
Dengan adanya kelompok KB Pria yang mawadahi para akseptor MOP dan berbekal pengetahuan tentang vasektomi / MOP diharapkan dapat menjadi motivator MOP yang dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran kaum pria di lingkungannya tentang peran serta pria dalam berKB. Dalam jangka panjangnya diharapkan dapat meningkatkan prosentase KB Pria di Kabupaten Ponorogo. (eos)



